Informasi Lainya

Jarang Diketahui, Inilah Mitos dan Fakta Seputar Vaksin

Pada masa pandemi seperti, pembahasan mengenai vaksin menjadi topik utama. Ini menjadi hal paling penting untuk menjadi penangkal berbagai penyakit tertentu. Tidak heran jika ada banyak informasi mengenai mitos dan fakta seputar vaksin.

Mitos dan Fakta Seputar Vaksin

Ada banyak sekali informasi beredar di masyarakat mengenai vaksin yang tidak semuanya benar. Disinformasi ini tentu mengakibatkan keresahan dan kekhawatiran. Oleh karena itu, berikut sejumlah mitos tentang vaksin.

Mitos vaksin

1.Vaksin Tidak Diperlukan Jika Sudah Mampu Menjaga Kebersihan dan Sanitasi Baik

Pernyataan ini adalah salah. Faktanya, walau dengan menjaga kebersihan dan sanitasi yang baik, virus masih bisa menyerang kembali. Infeksi kuman-kuman dan virus bisa tetap datang apabila melakukan higientitas, tetapi jika berhenti vaksinasi, maka penyakit lain dapat muncul, seperti folio dan campak.

2. Anak Lebih Baik Mendapatkan Kekebalan dari Penyakit daripada Vaksin

Ini juga merupakan pernyataan yang salah. Faktanya, vaksin mampu memproduksi imun saat terjadi infeksi alamiah. Justru jika mendapatkan kekebalan dari penyakit, anak memiliki risiko tinggi mengidap keterbelakangan mental, kanker hati, hingga kematian.

3. Penggunaan Vaksin Meningkatkan Angka Penderita Kanker Seluruh Dunia

Ini juga merupakan mitos yang tidak benar sama sekali. Faktanya adalah angka kejadian kasus penyakit kanker terjadi akibat kondisi lingkungan, gaya hidup, dan lain sebagainya. Dengan begitu, vaksin tidak memiliki hubungan sama sekali dengan penyakit tersebut.

4. Ada Microchip dalam Vaksin untuk Memata-matai

Informasi ini sempat menggegerkan masyarakat, pasalnya mereka menyebut vaksin mengandung microchip. Benda itu menjadi alat untuk memata-matai oleh pemerintah. Faktanya, jenis vaksin dipakai oleh lebih dari satu orang secara acak. Selain itu, proses pembuatannya juga melalui posedur ketat.

Baca Juga :  Wisata Umbul Ponggok Terunik Di Indonesia ! Wisata Bawah Air Di Klaten Jawa Tengah

5. Terdapat Kandungan Mercury dalam Vaksin

Informasi mengenai vaksin yang mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri itu adalah fakta. Hal ini karena kandungan merkuri merupakan zat alami pada makanan, seperti susu dan makanan laut. Namun, penggunaan pada vaksin pasti dengan kadar aman sesuai dengan prosedur.

6. Lebih Baik Sakit, Lalu Kebal daripada Melakukan Imunisasi

Pernyataan tersebut adalah salah. Hal tersebut karena kekebalan imunisasi setara dengan imunitas yang terbentuk karena sakit. Contoh kasusnya antara lain sama dengan cacat bawaan akibat infeksi rubella kongenital, kanker liver karena virus hepatitis B, dan masih banyak lainnya.

7. Vaksin Melindungi Anak dari Penyakit Tidak Serius

Itu adalah informasi yang salah. Faktanya memang vaksin bisa mencegah penyakit tidak serius, tetapi bisa menimbulkan komplikasi lainnya. Dengan begitu, vaksin juga mampu menghindari sakit menular, seperti radang otak, pneumonia, kebutaan, dan lainnya.

8. Menyuntikkan Vaksin Stimulan Akan Melemahkan Imunitas Anak

Ini juga merupakan pernyataan yang salah. Faktanya adalah vaksin stimulant tidak mempengaruhi sama sekali daya tahan tubuh. Setiap hari anak pasti makan, beraktivitas, dan lainnya sehingga menerima rangsangan respon imunitas.

9. Kegiatan Vaksinasi Menyebabkan Autisme

Pernyataan tersebut adalah salah besar. Tidak ada bukti ilmiah jika vaksin menyebabkan autisme. Informasi ini berasal dari penelitian seorang dokter bernama, Wakefield tahun 1998 yang hanya memiliki 18 sampel. Hasilnya, tidak terdapat kaitan antara vaksin MMR dengan gejala autis.

Meskipun mengandung pro dan kontra, pada praktiknya keberadaan vaksin tetap berguna untuk menjaga kesehatan. Dengan begitu, sering muncul informasi palsu beredar pada masyarakat. Oleh karena itu, Anda harus mampu menyaring mana fakta dan mitos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 19 =